Batam (Kemenag) — Kementerian Agama telah meningkatkan (upgrade) spesifikasi bus transportasi antar kota perhajian pada musim haji 1438H/2017M. Upgrade dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi jemaah haji Indonesia.

Kepastian upgrade bus ini disampaikan Kasubdit Transportasi Subhan Cholid saat memberikan paparan terkait Transportasi Darat di Arab Saudi pada Sosialisasi Peningkatan Layanan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi tahun 1438H/2017M di Batam, Rabu (07/06).

“Spesifikasi bus paling tua produksi tahun 2009 untuk merk Mercy, serta 2013 sampai 2016 untuk bus keluaran China,” ujar Subhan.

Spesifikasi lainnya, lanjut Subhan, kapasitas minimal bus adalah 45 seat. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada rombongan haji yang terpisah dalam dua bus. Satu rombongan haji, rata-rata terdiri dari 40 orang.

Bus antar kota perhajian juga harus dilengkapi dengan AC, toilet, lemari pendingin beriku air minumnya, pengeras suara, alat pemadam kebakaran, alat pemecah kaca, dan Kotak P3K.

Menurut Subhan, transportasi antar kota perhajian akan memberikan layanan pada enam rute berikut :
1. Bandara Madinah Pemondokan Madinah
2. Madinah-Makkah
3. Jeddah Makkah
4. Makkah Jeddah
5. Makkah Madinah
6. Madinah- Bandara Madinah

“Untuk rute Madinah-Makkah, Makkah-Jeddah, Makkah-Madinah, dan Madinah-Bandara, dilaksanakan oleh perusahaan yang dikontrak dengan menggunakan armada sesuai spesifikasi yang disepakati dalam kontrak,” tutur Subhan.

“Sedangkan Rute Bandara Madinah-Pemondokan Madinah dan rute Jeddah-Makkah dilaksanakan langsung oleh Naqabah Ammah Lissayyarat dengan sistem sarayat (urut seluruh perusahaan dalam naungannya) sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dalam kontrak (upgrade),” sambungnya.

Selain bus antar kota perhajian, ada dua layanan transportasi lainnya, yaitu Shalawat dan Armina. Transportasi Shalawat diberikan di Makkah kepada jemaah yang menempati pemondokan dengan jarak terdekat 1.500 meter. Layanan angkutan shalawat yang ini akan beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram (PP).

“Tanggal 6 – 13 Dzulhijjah, layanan shalawat dihentikan karena seluruh armada dipersiapkan untuk layanan Armina,” ucapnya.

Untuk layanan transportasi Armina, kata Subhan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi yang dilaksanakan oleh Naqabah Amma Lissayyarat. Ada empat rute layanan, yaitu:
1. Makkah- Arafah
2. Arafah-Muzdalifah
3. Muzdalifah-Mina
4. Mina-Makkah

(mkd/mkd)