Jakarta (Kemenag) — Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar diskusi tentang jurnalistik dan keterbukaan informasi. Sesditjen Pendidikan Islam Ishom Yusqi mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari upaya mewujudkan Ditjen Pendidikan Islam Goes to Media.

Menurut Ishom, berita adalah bagian keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik. “Minimal setiap kegiatan ada berita-nya di website Kemenag, sehingga ada yang disampaikan ke publik,” ungkapnya saat membuka Focus Group Discusion (FGD) “Pendis Goes To Media” di Jakarta, Senin (12/06).

Saat ini, menurut Ishom, berita Pendidikan Islam masih di urutan ketiga setelah Haji dan kerukunan. “Saya berharap saat ini perlu dikembangkan dan dibangkitkan untuk sadar media, minimal mampu menulis berita dengan baik,” ujarnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Mastuki menyampaikan, tidak ada informasi yang perlu disembunyikan. Karenanya, harus ada optimalisasi keterbukaan informasi. Mastuki berharap, Ditjen Pendidikan Islam dapat menginformasikan setiap kegiatan, baik dalam bentuk, foto, video dan lainnya sehingga bisa dikonsumsi publik.

“Kita harus pandai mengemas ide gagasan yang ada di Kemenag, sehingga menjadi seksi di mata publik,” tambahnya
Kegiatan ini di ikuti 50 peserta perwakilan dari seluruh Bagian, Subdirektorat, Subag TU di lingkungan Direkrorat Jenderal Pendidikan Islam. FGD ini diisi juga dengan diskusi tentang teknis penulisan berita di media online. (maryani/mkd/mkd)